{"id":1473,"date":"2022-01-27T14:44:20","date_gmt":"2022-01-27T07:44:20","guid":{"rendered":"http:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/?p=1473"},"modified":"2022-01-27T14:44:23","modified_gmt":"2022-01-27T07:44:23","slug":"makan-tuntutan-dan-tuntunan-menuju-profil-pelajar-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/?p=1473","title":{"rendered":"\u201cMakan\u201d Tuntutan dan Tuntunan menuju \u201c PROFIL PELAJAR PANCASILA\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Reny Setyowati Prodjo, S.Pd<\/p>\n\n\n\n<p>Kuliner kian melejit!!! Sependapatkah dengan pernyataan ini?. Mengapa ini terjadi?. Makanan apa yang berkembang&nbsp; saat ini? &nbsp;Bagaimana dengan makanan Indonesia dimata generasi milenial &nbsp;negeri ini?.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara tentang kuliner yang kaitannya dengan &nbsp;makanan tidak akan &nbsp;ada habisnya karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Saat ini kuliner &nbsp;sangat berkembang dengan pesat hal ini bisa kita lihat berkembangnya pasar kuliner baik dengan sistem konvensional maupun modern yang mengunakan&nbsp; sistem online. Seiring&nbsp; kesibukan manusia&nbsp; semakin tinggi, waktu yang kurang untuk menyediakan makanan maka kebutuhan&nbsp; manusia akan makan juga&nbsp; pingin serba cepat, mudah,&nbsp; praktis dan pastinya yang memenuhi selera untuk memanjakan lidah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menjamurnya caf\u00e9 tempat minum kopi sekaligus sebagai tempat nongkrong yang asyik untuk bercengkerama, resto maupun &nbsp;food court&nbsp; di Mall,&nbsp; bahkan rapat dari&nbsp; sebuah&nbsp; instansi ditempatkan pada&nbsp; rumah makan menjadi fenomena saat ini. Sudah banyak kita temukan disekitar kita&nbsp; resto dengan&nbsp; menu-menu baru&nbsp; yang lebih diminati dikalangan anak muda sekarang ini, &nbsp;karena menyediakan jaringan wifi untuk kebutuhan bersosial secara online dan juga &nbsp;bisa menjadi spot foto untuk dipamerkan di media sosial ini juga menjadi andil besar bahwa kebutuhan &nbsp;akan hal makan mengalami sebuah perkembangan selain menjadi kebutuhan mendasar&nbsp; manusia, makan juga menjadi sebuah \u201cgaya hidup\u201d. Dengan makan ditempat tertentu atau membeli makanan dengan menu tertentu pula&nbsp; seseorang merasa bangga, seolah&nbsp; gengsi semakin&nbsp; naik&nbsp;&nbsp; atau sekedar&nbsp; biar dipandang \u201cwah\u201d. Alasan lain diungkapkan oleh &nbsp;anak muda yang penulis ajak bincang-bincang tentang mengapa datang diresto yang terkenal, mereka berpendapat &nbsp;untuk mencoba supaya punya &nbsp;pengalaman hidup, &nbsp;paling tidak sudah pernah menikmati makan di resto yang terkenal jawabnya pula.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kondisi yang demikian pula ditangkap oleh kelompok masyarakat sebagai peluang usaha yang menjanjikan, &nbsp;untuk itu &nbsp;penyedia makanan atau pelaku usaha kuliner&nbsp; juga ikut berlomba-lomba menciptakan dan menyajikan makanan sebaik mungkin agar diminati konsumen &nbsp;bahkan bisa mencapai&nbsp;&nbsp; trending saat itu. Dengan munculnya beragam makanan dan&nbsp; berkembangnya industri makanan secara global dimana makanan dari negara&nbsp; asing pun &nbsp;juga tersedia di negri ini, &nbsp;tidak harus di restoran yang berkelas tetapi sekarang&nbsp; juga tersedia di foodstreet yang&nbsp; artinya lebih mudah mendapatkan dengan&nbsp; harga terjangkau dikantong semua kalangan masyarakat, nah makanan seperti&nbsp; ini&nbsp; tidak sepi&nbsp; peminat. Kenyataan yang demikian&nbsp; menunjukan bahwa makanan tidak lagi menjadi kebutuhan konsumsi, tetapi juga muncul sebagai kebutuhan sosialisasi dan aktualisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehubungan dengan makanan, &nbsp;pendahulu kita telah mengenalkan berbagai macam makanan yang diolah bersumber dari kearifan lokal. Maka muncullah berbagai makanan khas daerah yang terkenal dengan cita rasa yang lezat, menggugah selera bahkan unik, sehingga dari &nbsp;makanan bisa dikenali identitas daerah maupun bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita patut bersyukur pendahulu kita adalah orang yang hebat. Mereka telah mengenalkan kepada kita bahwa \u201cmakan\u201d selain untuk kebutuhan individu yang mendasar dimuka bumi ini juga telah menggunakan makanan&nbsp; sebagai simbol yang melambangkan pesan moral tak hanya terkait hubungan manusia dengan Tuhannya,&nbsp; tetapi juga hubungan manusia&nbsp; dengan manusia. Artinya makanan itu bukan sekedar hidangan yang bisa dinikmati melalui indra perasa &nbsp;semata, tetapi mempunyai filosofi yang bisa menyentuh kalbu manusia &nbsp;untuk senantiasa menebarkan kebaikan dimuka bumi ini. Ini wujud nyata bahwa pendahulu kita juga mengajarkan, menyiapkan generasi berikutnya agar memiliki watak atau karakter &nbsp;&nbsp;yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nah ini sinergi dengan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mewujudkan profil&nbsp; peserta didik Indonesia menjadi &nbsp;\u201cPelajar Pancasila\u201d diantaranya mengedepankan peserta didik memiliki karakter Beriman,&nbsp; Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak Mulia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Filosofi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita telusuri makanan Indonesia apa saja yang mengandung pesan moral diantaranya Tumpeng. Tumpeng adalah serangkaian hidangan yang berisikan makanan pokok berbentuk kerucut&nbsp; lengkap dengan lauk pauknya yang biasanya berjumlah 7 dengan bahan pangan yang diambil dari hasil bumi sebagai wujud syukur atas limpahan rejeki yang diberikan pada kita. Artinya kita harus memiliki keimanan&nbsp; kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). Hal ini dilambangkan dengan bentuk seperti gunung pada nasi, bentuk gunung atau kerucut&nbsp; kalau kita &nbsp;tarik menjadi sebuah gambar hanya ada satu titik yang berada diatas ini untuk mengingatkan bahwa Tuhan itu Esa.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah lauk 7 dalam bahasa Jawa \u201cpitu\u201d memaknai \u201cpitulungan\u201d artinya pertolongan bahwa tempat meminta pertolongan adalah Tuhan YME. Macam-macam lauk pauk&nbsp; yang ada ditumpeng juga mempunyai makna yang berbeda-beda misal peyek teri memaknai teri hidupnya bergerombol artinya kita harus senantiasa bergotong royong. Kata Tumpeng juga dimaknai <em>yen metu kudu sing mempeng <\/em>(harus bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain Tumpeng masih banyak makanan Indonesia yang memiliki makna antara lain, misalnya Ketupat. Ketupat dimaknai <em>ngaku lepat<\/em> artinya&nbsp; mengaku bersalah untuk itu seyogyanya untuk&nbsp; memohon maaf. &nbsp;Lepet memaknai <em>disilep sing rapet<\/em> artinya disimpan yang rapat bahwa&nbsp; kesalahan yang sudah dimaafkan jangan diungkit kembali. Begitu juga hidangan Apem yang berasal dari kata <em>afuan<\/em> yang artinya permohonan ampunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana &nbsp;pandangan generasi milenial Indonesia yang masih berstatus sebagai peserta didik akan sebuah budaya masyarakat yang timbul dari kebutuhan sehari-hari yaitu makan.&nbsp; Dari hasil bincang-bincang secara acak dengan peserta didik &nbsp;yang bersedia diwawancarai, sebagian ada yang tahu, dan &nbsp;sebagian ada yang belum tahu tentang makna makanan yang dikenalkan oleh pendahulu kita. &nbsp;Untuk itu mari kita yang saat ini berdiri diposisi tengah yakni&nbsp; sebagai penerus dari &nbsp;pendahulu&nbsp; kita sekaligus &nbsp;&nbsp;berkewajiban mempertahankan dan mengenalkan budaya&nbsp; pada peserta didik, untuk senantiasa mengenalkan dari hal yang sederhana , artinya dari kata \u201cmakan\u201d&nbsp; kita bisa menanamkan nilai-nilai&nbsp; karakter sebagai fondasi yang bisa menjawab tantangan masa kini dan masa depan sebagai wujud profil \u201cPelajar Pancasila\u201d yang akan menjadikan Indonesia Dahsyat.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Penulis&nbsp; (Reny S Prodjo)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Reny Setyowati Prodjo, S.Pd Kuliner kian melejit!!! Sependapatkah dengan pernyataan ini?. Mengapa ini terjadi?. Makanan apa yang berkembang&nbsp; saat ini? &nbsp;Bagaimana dengan makanan Indonesia dimata generasi milenial &nbsp;negeri ini?.&nbsp; Berbicara tentang kuliner yang kaitannya dengan &nbsp;makanan tidak akan &nbsp;ada habisnya karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Saat ini kuliner &nbsp;sangat berkembang dengan pesat hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-1473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tulisan-guru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1473"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1475,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1473\/revisions\/1475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smpn10-mlg.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}