JARIK MA’SITI Berhasil Menarik Perhatian Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur
“Karena kita semua istimewa, tak perlu menjadi serba bisa, tekuni salah satu bidang yang kamu suka dan menjadi hebatlah dengannya”
Inovasi Jarik Ma’Siti yang diinisiasi oleh SMP Negeri 10 Malang kembali menarik perhatian dari DPRD Kabupaten Cianjur Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat pada Hari Selasa, 21 Februari 2023. Kunjungan tersebut sesuai dengan surat tembusan Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Bapak Suwarjana, S.E., MM. perihal studi komprehensif.
Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Cianjur Tanggal 20 Januari 2023, Komisi D Bidang Kesehjateraan Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur akan mengadakan kegiatan rapat koordinasi dan Konsultasi Luar Daerah tentang Program Inovasi Jarik Ma’Siti.
Kedatangan tamu kunjungan dari DPRD kabupaten Cianjur disambut dengan hangat oleh Bapak Hasbullah, S.Pd., S.E selaku Kepala SMPN 10 Malang beserta Tim Jarik Ma’Siti. Dalam kunjungan tersebut Komisi D Bidang Kesehjataeraan Rakyat DPRD Kabupaten Cianjur membawa romobongannya sebanyak 17 (tujuh belas) orang yang terdiri dari 1 orang pemimpin DPRD, 10 orang anggota Komisi D, dan 6 orang dari Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur.


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Bapak Deden Nasihin, S.Sos., M.K.P menyampaikan maksud kunjungannya adalah melakukan studi pengembangan dan konsultasi mendalam mengenai program pendidikan inklusif di Kota Malang khususnya SMP Negeri 10 Malang sebagai salah satu pelaku inovasi terpuji Jarik Ma’Siti yang sudah berhasil meraih TOP 30 Kovablik jatim di Tahun 2022. Beliau mengungkapkan juga dengan penuh keyakinan dan semangat yang luar biasa bahwa, “SMPN 10 Malang saja bisa saya yakin Cianjur dengan segenap dukungan dari stakeholder pasti bisa!”
Pak Hasbullah, S.Pd., SE dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa “Inovasi Jarik Ma’siti berperan sebagai jembatan dalam mewujudkan tujuan pendidikan untuk semua (education for all), berkeadilan dan merata. Secara umum JARIK MA’SITI bertujuan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh siswa istimewa sehingga mampu menampilkan eksistensi diri. Dan permasalahan siswa istimewa ini kan tidak hanya ada di Kota Malang tapi bisa jadi di sekolah-sekolah seluruh Indonesia mengalami hal yang serupa. Sehingga program inovasi Jarik Ma’Siti ini sangat memungkinkan untuk di replikasi dan sangat mudah untuk direplikasi asalkan kita memiliki niat baik, ikhlas, dan konsisten sebagai pendidik”.


Tim Jarik Ma’Siti mempresentasikan program-program yang dilakukan untuk memberikan layanan yang optimal sesuai dengan kebutuhan kepada siswa istimewa. Salat satu program unggulan Jarik Ma’Siti Pemetaan Kompetensi Siswa dengan prosedur pemetaan kompetensi siswa familiar dikenal dengan Gadis Mening Pinter (Gali Data, IdentifikaSi, AssesMENt, planNING matriks, program Pembelajaran INdividual dan TERapi) yang dilaksanakan kepada siswa dan orang tua siswa, Kurikulum Adaptif, dan Program Pengembangan Diri (PPD) dan Pengembangan Life Skills. Pelaksanaan kurikulum adaptif, pembentukan tim inklusi, penyediaan sarana prasarana dan guru-guru yang memiliki kemampuan pendidikan inklusif telah menghasilkan capaian kelulusan 100% dan hasil prestasi belajar kategori Baik pada siswa yang masih bersekolah.
