Jarik Ma’Siti SMP Negeri 10 Malang Raih Top 30 KOVABLIK JATIM Tahun 2022
Rabu, 7 Desember 2022 Inovasi Jarik Ma’Siti (Belajar Menarik Bersama Siswa Istimewa) yang diinisiasi oleh SMP Negeri 10 Malang meraih penghargaan sebagai Top 30 KOVABLIK JATIM Tahun 2022. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana, SE., MM mewakili Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menerima penghargaan tersebut di Alun-Alun Kireksogati Caruban, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Piagam penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas, S.Pd., S.S., M.Si. didampingi oleh Guberur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Sos.


Inovasi Jarik Ma’Siti hadir sebagai solusi dalam pembelajaran inklusif siswa istimewa di sekolah reguler walaupun tanpa GPK (Guru Pembimbing Khusus). Inovasi Jarik Ma’siti berperan sebagai jembatan dalam mewujudkan tujuan pendidikan untuk semua (education for all), berkeadilan dan merata. Secara umum JARIK MA’SITI bertujuan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh siswa istimewa sehingga mampu menampilkan eksistensi diri. JARIK MA’SITI merupakan pembelajaran general life skills dengan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi siswa istimewa agar mampu menghadapi tantangan dan menjalani perannya di masa mendatang. Pendidikan Inklusif secara spesifik menyasar kelompok rentan (siswa istimewa, miskin, disabilitas) untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Education for All berarti semua anak dapat bersekolah termasuk anak berkebutuhan khusus, maka sistem pendidikan inklusif memfasilitasi penerapan kurikulum inovatif dalam proses pembelajarannya. No One Left Behind, bermakna tidak ada satu pun yang tertinggal, atau terpinggirkan atas haknya mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Jarik Ma’siti memastikan setiap siswa bernilai sama dan memberi ruang belajar yang setara serta berkeadilan.

Inovasi Jarik Ma’Siti hadir sebagai solusi kreatif dalam Pendidikan inklusif. Tahapan pelaksanaan inovasi antara lain: Pemetaan Kompetensi Siswa dengan prosedur pemetaan kompetensi siswa familiar dikenal dengan Gadis Mening Pinter (Gali Data, IdentifikaSi, AssesMENt, planNING matriks, program Pembelajaran INdividual dan TERapi) yang dilaksanakan kepada siswa dan orang tua siswa, Kurikulum Adaptif, dan Program Pengembangan Diri (PPD) dan Pengembangan Life Skills. Pelaksanaan kurikulum adaptif, pembentukan tim inklusi, penyediaan sarana prasarana dan guru-guru yang memiliki kemampuan pendidikan inklusif telah menghasilkan capaian kelulusan 100% dan hasil prestasi belajar kategori Baik pada siswa yang masih bersekolah.
